Dua Penghargaan Bergengsi Dunia untuk Arsitektur Negara Muslim

Berbagai macam penghargaan arsitektur digelar, mulai dari tingkat dunia hingga kawasan. Ragam kategori pun ditandingkan guna mencari karya dan arsitek yang dinilai mumpuni. Di antara bermacam penghargaan, ada dua yang khusus menilai karya dari negara-negara dengan penduduk muslim besar.

Aga Khan Award for Architecture

Aga Khan Award for Architecture merupakan penghargaan arsitektur bergengsi yang diinisiasi oleh Aga Khan IV pada tahun 1977. Penyelenggaraannya sendiri dilakukan setiap tiga tahun sekali. Sejak saat itu, penghargaan arsitektur ini memberikan hadiah kepada 105 karya arsitektur dan melakukan dokumentasi pada lebih dari 8.000 karya di seluruh dunia. Munculnya penghargaan arsitektur ini dilatarbelakangi tradisi arsitektural masyarakat Muslim pernah gemilang namun saat ini memudar. Sebut saja Alhambra di Granada, Taj Mahal di Agra, Kubah Batu di Yerusalem , Masjid Sulemaniye di Istanbul, Masjid Al Azhar di Kairo, hingga alun-alun Naqsh-e Jahan di Isfahan.

Ajang penghargaan ini muncul dengan tujuan untuk mengidentifikasi dan menghargai konsep arsitektur yang berhasil mengatasi kebutuhan dan aspirasi masyarakat Islam di berbagai bidang desain. Penghargaan ini menyasar negara-negara di mana komunitas Muslim memiliki kehadiran yang signifikan. Beberapa bidang yang menjadi perhatian antara lain desain kontemporer, perumahan sosial, komunitas pengembangan dan peningkatan, restorasi, penggunaan kembali dan konservasi kawasan, serta desain lanskap dan perbaikan lingkungan. Pada penyelenggaraan tahun ini, dua karya arsitektur asal Indonesia masuk menjadi nominasi di antaranya Taman Bima Microlibrary karya SHAU Architects dan AM Residence rancangan arsitek Andra Matin.

Sumber dari : Kompas.com 
Penulis : Rosiana Haryanti
Editor : Hilda B Alexander